Senin, 20 Desember 2010
perubahan kata baku ke 2
Contoh bahasa Tidak Baku - Baku
dipersilakan – dipersilahkan
imbau – himbau
memesona - mempesona
mengesampingkan- mengenyampingkan
mengkreditkan - mengreditkan
mengubah - merubah
pelanggan - langganan
pengkreditan - pengreditan
pertanggungjawaban - pertanggung jawaban
sekadar – sekedar
taksi – taxi
universitas - university
utang - hutang
Senin, 01 November 2010
Perubahan Kata Baku
Bahasa Indonesia mempunyai sebuah aturan yang baku dalam pengguanaanya, namun dalam prakteknya sering terjadi penyimpangan dari aturan yang baku tersebut. Kata-kata yang menyimpang disebut kata non baku. Hal ini terjadi salah satu penyebabnya adalah faktor lingkungan. Faktor ini mengakibabkan daerah yang satu berdialek berbeda dengan dialek didaerah yang lain, walaupun bahasa yang digunakannya terhadap bahasa Indonesia.
Istilah bahasa baku itu sendiri telah dikenal oleh masyarakat secara luas. Namun pengenalan istilah tidak menjamin bahwa mereka memahami secara komprehensif konsep dan makna istilah bahasa baku itu. Hal ini terbukti bahwa masih banyak orang atau masyarakat berpendapat bahasa baku sama dengan bahasa yang baik dan benar. “Kita berusaha agar dalam situasi resmi kita harus berbahasa yang baku. Begitu juga dalam situasi yang tidak resmi kita berusaha menggunakan bahasa yang baku”. (Pateda,1997 : 30).
Bahasa baku merupakan ragam bahasa yang cara pengucapan atau pun penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar atau kaidah-kaidah yang dibakukan. Kaidah standar yang dimaksud dapat berupa :
a.Pedoman ejaan (EYD),
b.tata bahasa baku, dan
c.kamus umum.
Bahasa tidak baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan atau penulisannya memenuhi kaidah-kaidah standar tersebut.
Fungsi Bahasa Baku
Bahasa Indonesia baku mempunyai empat fungsi, yaitu sebagai pemersatu, penanda kepribadian, wibawa, dan kerangka acuan.
Penggunaan Kata Baku
Masuknya kata-kata yang digunakan adalah kata-kata umum yang sudah lazim digunakan atau yang perekuensi penggunaanya cukup tinggi. Kata-kata yang belum lazim atau masih bersifat kedaerahan sebaiknya tidak digunakan, kecuali dengan pertimbangan- pertimbangan khusus.
Penggunaan Ejaan Resmi Dalam Ragam Tulisan
Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disebut ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan (singkat EyD) EyD mengatur mulai dari penggunaan huruf, penulisan kata, penulisan partikel, penulisan angka penulisan unsur serapan, sampai pada penggunaan tanda baca.
Misalnya:
Baku : bersama-sama ; Tidak baku : bersama2
Baku : sistem ; Tidak baku : sistim
Penggunaan Lafal Baku Dalam Ragam Lisan
Hingga saat ini lafal yang benar atau baku dalam bahasa Indonesia belum pernah ditetapkan. Tetapi ada pendapat umum bahwa lafal baku dalam bahasa Indonesia adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau lafal daerah.
Misalnya:
Baku : atap ; Tidak baku : atep
Baku : pendidikan ; Tidak baku : pendidi’an
Baku : habis ; Tidak baku : abis
Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku sebagai berikut:
a.Tidak dipengaruhi bahasa daerah
Baku : saya ; Tidak Baku : sayah
Baku : ibu ; Tidak Baku : nyokap
b.Tidak dipengaruhi bahasa asing
Baku : itu benar ; Tidak Baku : itu adalah benar
Baku : kantor tempat ; Tidak Baku : kantor di mana
c.Bukan merupakan ragam bahasa percakapan
Baku : dengan ; Tidak Baku : sama
Baku : member ; Tidak Baku : kasih
d.Pemakaian imbuhan secara eksplisit
Baku : ia bekerja keras ; Tidak Baku : ia kerja keras
e.Pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat
Baku : suka akan ; Tidak Baku : suka dengan
f.Tidak terkontaminasi, tidak rancu
Baku : mengesampingkan ; Tidak Baku : mengenyampingkan
g.Tidak mengandung arti pleonasme
Baku : pada zaman dahulu ; Tidak Baku : pada zaman dahulu kala
h.Tidak mengandung hiperkorek
Baku : insaf ; Tidak Baku : insyaf
Perubahan bahasa dapat meliputi semua aspek kebahasaan, baik fonologi (bunyi), morfologi (bentuk), sintaksis (kalimat) dan semantik (makna). Karena perubahan sintaksis dalam bahasa Indonesia tidak banyak penulis temukan , maka pada pembahasan tulisan ini pun dibatasi pada pembicaraan tentang perubahan bunyi (ejaan), bentuk dan makna.
Minggu, 24 Oktober 2010
membersihkan jamur pada kaca!!
2. Rendam tembakau dalam air bersih selama 10 menit dalam satu gayung air
3. Gosokkan tembakau yang sudah direndam ke kaca mobil secara perlahan dengan gerakan melingkar (seperti memoles mobil).
4. Lalu, bilas sampai bersih.
5. Bila masih terlihat bercak jamur, anda dapat mengulangi proses tersebut sampai Anda merasa puas.
6. Namun, bila ada jamur yang membandel, sebaiknya dibawa ke bengkel profesional untuk mengurangi risiko rusaknya kaca mobil Anda.
ada juga advice pada odol tapi nihil...hehe
Kamis, 07 Oktober 2010
Sistem Berbasis Pengetahuan
Kemajuan teknologi yang sangat berkembang harus di imbangi dengan ide - ide kreatif dan inovatif dalam membuat suatu terobosan. Robot mungkin sudah tidak asing lagi dalam kehidupan manusia, alangkah baiknya kita mengembangkan fungsional dari robot tersebut. Tentunya robot tersebut akan sangat mempermudah mudah aktivitas manusia.
Pada mata kuliah Sistem Berbasis Pengetahuan ini jika saya diberi kesempatan untuk berangan-angan maka saya akan membuat satu ROBOT yang berfungsi untuk meng-KIT kendaraan bermotor.
Saat ini sudah ada alat untuk meng-KIT kendaraan yang biasa digunakan, seperti menggunakan alat kikir ubin namun apabila digunakan untuk meng-KIT kendaraan diganti dengan busah (agar tidak merusak kendaraan).hehe .
Saya ingin membuat suatu terobosan, dengan membuat satu robot untuk meng-KIT kendaraan (maklum dengan manual sangat-sangat menguras tenaga). Memang perangkat yang diperlukan tidaklah mudah dan tidak murah. Tahap pertama tentu kita harus mempunyai robot dan tentunya perangkat-perangkat yang mendukung robot tersebut seperti yang saya inginkan. Untuk membuat Robot ini saya perkirakan menelan biaya 15000$ plus perangkat-perangkat pendukung sekitar 9000$ ( saya hanya menduga-duga biaya asli yang dibutuhkan lumayan menguras keuangan anda hehe). Cara kerja Robot ini seperti robot-robot yang biasa kita lihat ( tentangga kita jepang ) dengan menaruh KIT tersebut pada bagian kendaraan yang ingin kita tambah kinclong, maka sensor yang ada pada robot tersebut akan secara otomoatis akan meng-KIT kendaraan ada.. Dan hasilnya pun KINNNNNCLOOONGGGG dan halus.hehe. ROBOT ini saya beri nama IREF X . Saya berharap imajinasi saya ini dapat menarik hasrat pecinta teknologi.hahahahhaha
Kamis, 30 September 2010
NARASI
Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.
Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.
• Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
• Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda.
• Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.
Langkah menyusun narasi (terutama yang berbentuk fiksi) cenderung dilakukan melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan "rumus" 5 W + 1 H, yang dapat disingkat menjadi adik samba.
1. (What) Apa yang akan diceritakan,
2. (Where) Di mana seting/lokasi ceritanya,
3. (When) Kapan peristiwa-peristiwa berlangsung,
4. (Who) Siapa pelaku ceritanya,
5. (Why) Mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan
6. (How) Bagaimana cerita itu dipaparkan.
sumber: wikipedia.org
RAGAM BAHASA
[sunting] Jenis ragam bahasa
Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
* Ragam bahasa undang-undang
* Ragam bahasa jurnalistik
* Ragam bahasa ilmiah
* Ragam bahasa sastra
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:
1. Ragam lisan yang antara lain meliputi:
* Ragam bahasa cakapan
* Ragam bahasa pidato
* Ragam bahasa kuliah
* Ragam bahasa panggung
2. Ragam tulis yang antara lain meliputi:
* Ragam bahasa teknis
* Ragam bahasa undang-undang
* Ragam bahasa catatan
* Ragam bahasa surat
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara
* Ragam bahasa resmi
* Ragam bahasa akrab
* Ragam bahasa agak resmi
* Ragam bahasa santai
* dan sebagainya
sumber: wikipedia.org
PENYEMPURNAAN EJAAN
Ejaan-ejaan untuk bahasa Melayu / Indonesia mengalami beberapa tahapan sebagai berikut :
Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Charles Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. Pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu:
- Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai. Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa.
- Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dsb.
- Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb.
- Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ’akal, ta’, pa’, dsb.
Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya. Ejaan ini juga dikenal dengan nama ejaan Soewandi. Ciri-ciri ejaan ini yaitu:
- Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb.
- Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat, dsb.
- Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-barat2-an.
- Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya.
Ejaan Melindo (Melayu Indonesia)
Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. Karena perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya, diurungkanlah peresmian ejaan ini.
Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD)
Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57, Tahun 1972. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, semakin dibakukan.
Perubahan yang terjadi :
| Indonesia
| Malaysia
| Sejak 1972 |
| tj | ch | c |
| dj | j | j |
| ch | kh | kh |
| nj | ny | ny |
| sj | sh | sy |
| j | y | y |
| oe* | u | u |
Pada tahun 1947 "oe" sudah digantikan dengan "u".
Beberapa contoh :
Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah:
- 'tj' menjadi 'c' : tjutji → cuci
- 'dj' menjadi 'j' : djarak → jarak
- 'oe' menjadi 'u' : oemoem -> umum
- 'j' menjadi 'y' : sajang → sayang
- 'nj' menjadi 'ny' : njamuk → nyamuk
- 'sj' menjadi 'sy' : sjarat → syarat
- 'ch' menjadi 'kh' : achir → akhir
- awalan 'di-' dan kata depan 'di' dibedakan penulisannya. Kata depan 'di' pada contoh "di rumah", "di sawah", penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara 'di-' pada dibeli, dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
sumber: wikipedia